Arsip

Archive for the ‘Sosiology’ Category

Pernah ‘Ditindih Hantu’ Saat Tidur?

Mungkin anda yang sedang membaca artikel ini pernah merasakannya. Tidur sedang enak. Mendadak terasa ingin bangun, tapi sulit bergerak ataupun berteriak. Biasanya diikuti dengan halusinasi yang menyeramkan yaitu seperti melihat sosok di sekitar tempat tidur, dan dapat berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Dalam istilah kesehatan,ini disebut sleep paralysis.

Fenomena ini kerap dikaitkan dengan hal mistis. Sebab, bentuk halusinasi yang muncul bisa menyerupai sosok sahabat, kerabat yang telah meninggal, bayangan hitam, atau hantu, tergantung yang sedang kita pikirkan. Kondisi tersebut diduga terkait malfungsi tidur pada tahap rapid eye movement (REM). Berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi empat tahap. Tahap tidur paling ringan (masih setengah sadar), tahap tidur lebih dalam, tidur paling dalam, dan tahap REM. Pada tahap itulah mimpi terjadi.

Saat tubuh terlalu lelah, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, langsung melompat ke tahap mimpi (REM). Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah adanya halusinasi muncul sosok lain yang merupakan ciri khas mimpi.
Baca selanjutnya…

Kategori:Sosiology

Learn to Say No: Asertivitas

Asertivitas suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain. Misalnya saja seperti menyontek disaat ulangan. alam bersikap asertif, seseorang dituntut untuk jujur terhadap dirinya dan jujur pula dalam mengekspresikan perasaan, pendapat dan kebutuhan secara proporsional, tanpa ada maksud untuk memanipulasi, memanfaatkan atau pun merugikan pihak lainnya. Suatu saat sahabat kamu mengajak kamu untuk menyontek pas ulangan,kamu bisa bilang ke sahabat kamu kalau kamu tidak mau menyontek. Nolaknya ga usah galak-galak,apalagi sampe nyeramahin dia kalau nyontek itu nggak baik. Nyantai aja bro!

Kalau perlu ngasih taunya sambil bercanda. Hal yang sama berlaku untuk merokok,minum alkohol dan narkoba. Kalaumenurut kamu itu tidak benar,ya jangan dilakukan. Walaupun kamu di bujuk atau bahkan di paksa sekalipun. Lagian kalau mereka teman yang baik,mereka pasti bisa ngertiin kamu ko.

Atau misalkan kamu diajak main game online di warnet. Kalau memang kamu ga suka main game online,bilang aja terus terang ke teman kamu,kamu cuma ikut nemenin aja tapi nggak ikut main. Dengan berterus terang,temen kamu juga pasti bisa menghargai kamu ko. Lagian juga kamu akan menghargai orang lain yang berterus terang kan,dari pada orang yang mencari alasan yang mengada-ada.
Baca selanjutnya…

Kategori:Sosiology